Brushers, memasuki tahun terakhir SMA pasti bikin kepala mau pecah, ya? Apalagi kalau sudah bicara soal melanjutkan kuliah art & design yang pasti sering bingung memikirkan ambil kuliah seni di luar atau dalam negeri.
Keduanya memang punya pertimbangannya masing-masing, tergantung dengan kesiapan setiap individu. Nah, biar kamu enggak makin pusing, yuk kita bedah tuntas plus-minus sebagai bahan pertimbangan!
A. Keunggulan Kuliah Seni di Luar NegeriKalau kamu kuliah seni di luar negeri, kamu enggak hanya belajar teknik lukis atau desain, tetapi juga berkesempatan membangun koneksi dengan artists di luar sana yang dapat memberikan insight yang enggak kamu dapat di kelas.
Di luar negeri, khususnya di Barat, kamu bakal lebih banyak praktik, riset, dan asah critical thinking. Apalagi, jumlah mahasiswa dalam satu kelas di beberapa negara di luar negeri biasanya tidak sebanyak di Indonesia, sehingga dosen bisa lebih fokus ke perkembangan karya setiap individu.
Kampus-kampus art & design di negara maju biasanya enggak hanya memiliki studio sendiri, tetapi juga lab digital, perpustakaan seni, hingga museum untuk mendukung para mahasiswanya.
Tentunya, dengan kuliah seni di luar negeri kamu akan memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di sana. Penasaran apa saja prospek kerja dan kisaran gajinya? Cek artikel Bisa Gambar? Ini Gaji Ilustrator & Graphic Designer di Luar Negeri!

Kuliah di negara seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Australia bisa memerlukan dana yang sangat besar setiap tahunnya. Walaupun beberapa negara menawarkan berbagai skema untuk meringankan biaya perkuliahan, biasanya tetap ada syarat tertentu seperti kemampuan bahasa atau seleksi akademik.
Pindah ke negara baru bisa menimbulkan culture shock karena adanya perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan sehari-hari. Selain itu, tinggal jauh dari keluarga dan teman juga bisa menyebabkan homesick, terutama pada awal masa studi.
Tentunya, jika ingin kuliah seni di luar negeri kamu perlu mengurus berbagai dokumen seperti visa pelajar, izin tinggal, hingga persyaratan bahasa seperti IELTS atau TOEFL. Proses ini membutuhkan persiapan yang sering kali memakan waktu.
Sistem pendidikan di luar negeri sering menuntut mahasiswa untuk lebih aktif dan mandiri. Tanpa sistem kehadiran yang ketat, mahasiswa harus mengatur waktu belajarnya sendiri agar tidak ketinggalan materi. Apalagi, jago gambar aja gak cukup untuk bisa melanjutkan kuliah seni di luar negeri.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Universitas Art & Design Incaran Banyak Orang!
C. Keunggulan Kuliah Seni di Dalam NegeriKuliah di kampus dengan jurusan seni ternama seperti ITB, ISI, atau IKJ tentunya jauh lebih terjangkau dan kualitas yang enggak kalah bagus. Selain itu, kamu enggak perlu terlalu pusing memikirkan perbedaan nilai mata uang dan biaya hidup yang tinggi.
Dekat dengan keluarga dan teman lama membuatmu mendapat support system terbaik di rumah maupun di circle pertemanan. Kamu enggak perlu kesulitan mencari teman baru dan beradaptasi dengan perbedaan bahasa dan budaya.
Kalau kamu memang ingin berkarier dan membangun ekosistem seni di tanah air selepas kuliah nanti, kuliah seni di dalam negeri akan membantumu memiliki jaringan kuat di industri kreatif Indonesia.

Bila kelak kamu ingin berkarier di kancah internasional, kamu mungkin perlu usaha lebih supaya memiliki pengalaman berinteraksi dengan budaya dan perspektif global. Kamu bisa mengikuti program pertukaran pelajar atau kolaborasi global yang seringkali ditawarkan kampus seni di dalam negeri.
Beberapa kampus seni di luar negeri menawarkan jurusan yang sangat spesifik, yang mungkin belum tersedia di kampus dalam negeri.
Sistem pendidikan tinggi di Indonesia seringkali masih lebih condong ke pemahaman teoritis, analisis yang mendalam, serta ujian tertulis. Ini mungkin kurang cocok buat kamu yang lebih suka praktik.
Rasio dosen dan mahasiswa di Indonesia terkadang cukup tinggi, khususnya di perguruan tinggi negeri, di mana satu kelas bisa diisi 30 mahasiswa atau lebih sehingga interaksi personal dengan dosen mungkin enggak seintens di luar negeri.
Meski kampus seni top di Indonesia punya fasilitas oke, secara umum fasilitas kampus seni di Indonesia masih terbatas bila dibandingkan dengan kampus-kampus kelas dunia di luar sana.
E. Hal-Hal Penting Lain yang Perlu DipertimbangkanPikirkan apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan output yang didapat. Jika dana terbatas, kuliah di dalam negeri atau mengincar beasiswa penuh ke luar negeri adalah pilihan bijak.
Kamu ingin jadi artist yang menetap di Eropa? Atau ingin memajukan industri kreatif di Indonesia? Pilihlah tempat kuliah dengan jurusan yang sesuai denganmu karena akan sangat memengaruhi kariermu ke depannya.
Kuliah seni di luar negeri maupun di dalam negeri sama-sama menawarkan pengalaman belajar yang berharga. Perbedaannya terletak pada biaya, sistem pendidikan, pengalaman budaya, jaringan profesional, dan tantangan adaptasi.
Enggak ada pilihan yang benar atau salah ya, Brushers. Kuncinya bukan cuma pada kampusnya, tapi seberapa besar inisiatifmu buat berkembang sebagai artist!
Kamu sudah ada bayangan mau ambil kuliah seni di mana belum? Sambil mempersiapkan diri memasuki dunia perkuliahan, mending ambil Art Foundation Course di Brush Studio aja! Sudah banyak lho jebolan Art Foundation Course Brush Studio yang berhasil masuk kampus-kampus seni ternama di dalam dan luar negeri. Mulai dari ITB, The One Academy, Sheridan College, Royal Melbourne Institute Technology University, Nanyang Academy of Fine Arts, hingga Academy of Art University.
Selain itu, buat kamu yang mau kuliah seni di luar negeri, Brush Studio bekerjasama dengan Axel Indonesia akan mempermudah pengurusan administratifmu untuk berangkat kuliah ke luar negeri! Jadi, enggak perlu worry, deh!
Yuk, hubungi kami melalui WhatsApp sekarang, and start your art journey here!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: