Beberapa waktu lalu, sempat tersiar isu bahwa dalam 5 tahun ke depan, pekerjaan graphic designer akan digantikan AI (Artificial Intelligence). Namun, benarkah demikian? Lantas, apa yang dapat dilakukan seorang graphic designer agar tetap mampu bersaing dengan keberadaan AI? Untuk mengenal pekerjaan graphic designer lebih jauh, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

A. Tugas Graphic Designer
- Membuat desain yang mengomunikasikan pesan dari suatu produk.
- Berkolaborasi dengan tim untuk mencapai tujuan proyek.
- Melakukan sesi brainstorming bersama klien, memberikan masukan terhadap desain yang ingin dibuat sesuai dengan target pasar atau audiens yang dituju.
- Membuat rencana dan konsep dari segala informasi dan material yang diberikan oleh klien.
- Menggambarkan konsep dengan membuat sketsa awal dari ilustrasi beserta teksnya.
- Menyelesaikan proyek dan berkoordinasi dengan pihak luar seperti agensi, layanan seni, percetakan, dan lainnya.
- Menyusun segala bahan untuk diubah menjadi bentuk visual.
- Membuat bentuk-bentuk grafis seperti desain produk, logo, dan situs web.
- Melakukan pemeriksaan kualitas terhadap desain sebelum dicetak atau dipublikasikan sekaligus menguji grafik di berbagai media.
- Memilih warna, gambar, font, dan layout.
- Melakukan revisi berdasarkan umpan balik dari klien.
- Berinteraksi dengan klien atau art director untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang proyek yang diberikan.
Baca Juga: 10 Skills yang Perlu Dimiliki Graphic Designer!
B. Benarkah Graphic Designer akan Digantikan AI?

Saat ini penggunaan AI dalam graphic design memang telah banyak mengubah konten visual. Di mana seseorang hanya perlu memasukkan keinginan desain dalam bentuk teks secara rinci dan AI akan membantu membuatkan desain tersebut dalam waktu singkat.
Penggunaan AI memang sangat membantu untuk menghasilkan visual secara kompleks ataupun jumlah konten yang banyak dalam waktu singkat. Namun, penggunaan AI yang terbilang praktis ini menimbulkan pro kontra di kalangan profesional. Sebagian orang berpendapat bahwa desain buatan AI tak memiliki sentuhan emosional dan keunikan tersendiri, sebagian orang lagi berpendapat bahwa kelak AI akan sama cerdasnya dengan manusia dalam menciptakan desain sehingga pekerjaan graphic designer pun akan hilang.
Faktanya, AI seringkali sulit menangkap makna mendalam yang hanya dapat disampaikan oleh tangan manusia, sehingga untuk menghasilkan desain yang baik pun, AI tetap memerlukan perintah yang detail secara teknis oleh seorang graphic designer. Mata orang-orang dewasa ini juga semakin jeli dengan AI dan masih menyukai hasil desain buatan manusia. Belum lagi dengan banyaknya orang yang mengeluhkan hasil desain AI cenderung pecah atau buram saat dicetak.
Nah, menurut Brush Studio, bila seorang graphic designer mampu memanfaatkan AI dengan cara yang bijak, kolaborasi keduanya akan menjadi solusi yang ideal. Di mana AI akan dapat membantu dalam menghasilkan ide, pola, mempercepat proses teknis, yang kemudian akan disempurnakan oleh graphic designer dari sisi kreativitas dan estetika. Akan tetapi, perlu hati-hati bila kita terlalu bergantung pada AI untuk mencari ide dan memvisualisasikannya, karena lama-kelamaan daya berpikir kreatif kita dapat berkurang.
Jadi, masa depain graphic designer sebenarnya bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan sentuhan kreatif yang khas. Bahkan, graphic designer memiliki prospek kerja yang menjanjikan lho!
Lantas, apa saja manfaat bagi desainer dengan adanya AI?
1. Menjadi alat bantu bagi graphic designer

Dengan menggunakan bantuan AI, graphic designer dapat mempersingkat waktu dalam mengerjakan sebuah proyek, khususnya untuk menyelesaikan hal-hal remeh, seperti meningkatkan resolusi gambar, menghapus background, melakukan filter otomatis, membantu pembuatan animasi, dan masih banyak lagi tools AI yang dapat digunakan untuk meringankan pekerjaan graphic designer.
Baca Juga: Benarkah Graphic Designer Harus Bisa Gambar?
2. Sebagai sumber ide dan inspirasi
AI sangat membantu dalam menemukan sumber ide dan inspirasi bagi seorang graphic designer. Bila sedang merasa buntu, graphic designer dapat bertanya kepada AI dengan memasukkan tujuan, pesan, dan keinginan klien untuk menemukan berbagai macam ide dan inspirasi sebelum mulai menciptakan karya visual yang diinginkan.
Nah, buat kamu yang ingin menjadi graphic designer profesional, bisa lho ikut kursus gambar di Brush Studio! Di Graphic Design Class Brush Studio, kamu akan diajarkan dasar-dasar graphic design dari awal bila masih berada di level pemula. Jadi, tak ada kata terlambat untuk mulai ikut kursus gambar dan klik WhatsApp sekarang! Let’s illustrate!
Redaksi: Tim Brush Studio
Referensi Artikel
-
Do You Have to Know How to Draw to Be a Graphic Designer? - Graphically
-
Do You Need to Be Able to Draw to Be a Graphic Designer? - Nicole Steffen
-
Want to Be a Graphic Designer, but Can't Draw? - Rasmussen University
-
Do Graphic Designers Need Amazing Drawing Skills? - Yes I'm a Designer
-
Tren Desain Grafis: Dominasi AI atau Karya Manual? - Kumparan
-
Flat Artificial Intelligence Composition with Robot Waiter via Magnific.
-
Hand Drawn AI Generating Artworks Illustration via Magnific.
-
AI Generated Composition with Collage Flat Icons via Magnific.